Bengkulu, 21 November 2025 — Poltekkes Kemenkes Bengkulu menggelar kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual (KI) di Aula GTC sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya inovasi serta meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam perlindungan karya ilmiah. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, peneliti, serta unit pengelola penelitian dan pengabdian masyarakat.
Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Bengkulu, yang menekankan bahwa perlindungan KI merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan inovasi di perguruan tinggi vokasi. Beliau mendorong seluruh peserta agar lebih proaktif mengidentifikasi karya yang dapat didaftarkan sebagai kekayaan intelektual.
Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, Kakanwil menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki potensi besar sebagai sumber lahirnya inovasi yang bernilai strategis. Beliau mengajak civitas akademika untuk aktif memanfaatkan fasilitas layanan KI serta menjadikan perlindungan karya sebagai bagian dari budaya akademik.
Sesi inti kegiatan diisi oleh Suriyanti, S.H., M.H., Analis Madya Kekayaan Intelektual, yang menyampaikan materi komprehensif mengenai paten, hak cipta, merek, dan mekanisme pendaftaran KI. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan langkah-langkah identifikasi potensi paten dari penelitian, persyaratan administratif, hingga strategi mempercepat proses pendaftaran. Peserta juga diberikan contoh kasus dan praktik analisis untuk menentukan jenis KI yang tepat bagi suatu inovasi.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan dari peserta terkait pengalaman penelitian di bidang kesehatan lingkungan, teknologi tepat guna, serta inovasi pembelajaran. Narasumber memberikan arahan teknis dan solusi atas tantangan yang sering muncul dalam proses pendaftaran KI.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Bengkulu berharap sivitas akademika semakin memahami pentingnya perlindungan KI dan terdorong untuk menghasilkan karya inovatif yang berdampak serta memiliki daya saing nasional.















